UREA FORMALDEHYDE IW-200 CAIR

RESIN PEREKAT

UREA FORMALDEHYDE IW-200 CAIR

 

1.     PENGGUNAAN :

UK BS – 1455 types MR and INT

USA C – 35 - 36 types II & III

GERMAN DIN 1-74 PS 51-71 INT GRD

JAPANESE JPIC types II and III

2.     SPESIFIKASI :

Kenampakan                             

:       Cairan putih susu

Viskositas, , 30oC                     

:            60   150 cPs

Berat jenis, , 30oC

:       1.192   1.194 g/cm3        

pH,       , 30oC

:           7.0   8.0

Waktu gelatinasi, , 30oC             

:            60   180 menit

Kandungan formalin bebas,         

:           0,5  -  1,5 %

Kandungan zat padat,     

:     49.5 %   50.5 %

Masa simpan, , 30oC     

:             2 bulan

 

3.     ZAT PENGERAS (HARDENER) YANG COCOK :

IWH-200 adalah zat pegeras yang sangat sesuai dicampur denga resin urea IW-200 ini, dikemas dalam kemasan 25 kg dan bentuknya tepung berwarna kekuningan, bila disimpan dalam tempat yang sejuk dan kering, akan tahan lebih dati 1 tahun.

 

4.     FORMULASI YANG DIANJURKAN (persatuan berat)

A.  UF IW-200  

:           100

B.  Tepung industri

:      10      20

C.  Hardener IWH-200

:      0.5     1.0

D.  Air

:        2      6

 

5.     PROSEDUR PENCAMPURAN :

I.  Untuk pengadukan yang berkecepatan tinggi

Mula-mula (A), diikuti dengan (B), dimasukkan semuanya, kemudian diaduk selama 5 menit. Setelah itu (C) dan (D) dimasukkan semua, lalu aduk selama 10 – 15 menit agar tercampur dengan sempurna.

 

II.Untuk pengadukan yang berkecepatan rendah

Pertama, setengah dari (A) dimasukkan dulu, diikuti (B) dimasukkan semuanya, lalu diaduk selama 5 menit. Setelah itu, sisa (A) dan (C) serta (D) dicampurkan semua, kemudian diaduk selama 10 – 15 menit agar tercampur sempurna.

 

6.     POT LIFE GLUE YANG DIANJURKAN :

Temperatur

20oC

25oC

30oC

35oC

Pot life( jam)

14

10

6

4

 

7.     WAKTU PENGEMPAAN :

Untuk mengetahui waktu dasar dalam proses pengempaan, dipersilahkan melihat table berikut yang sangat bergantung dengan temperature :

Temperatur

: 90oC

100oC

110oC

115oC

Waktu dasar (menit)

: 1,75

1,50

1,00

0,85

Agar supaya waktu yang diperlukan untuk terjadinya perpindahan panas cukup (memadai), maka diperlukan waktu tambahan dari waktu dasar yang telah ditetapkan diatas. Waktu ini sangat bergantung pada jarak antara plat kempa dengan veneer berlabur glue yang paling jauh (FGL).

 

Waktu tambahan sesuai dengan suhu adalah sebagai berikut  (menit/mm)

Jarak ke veneer berlabur glue yang paling jauh

:

Suhu plat kempa

:

 

:

90oC

100oC

110oC

115oC

Dibawah  5 mm

:

1.1

1.0

0.9

0.85

5 – 10 mm

:

1.3

1.2

1.1

1.0

diatas 10 mm

:

1.5

1.4

1.3

1.2

 

Contoh.1. untuk kayu lapis dengan tebal core 2,5 mm dan tebal face/back 1,0 mm.

waktu kempa yang dibutuhkan pada suhu 110o C adalah :

waktu transfer panas       =         1.0 x 0.9                          = 0.9 menit

waktu dasar                   =                                             = 1.0 menit     +


Waktu total kempa                                                           = 1.9 menit

 

Contoh 2 untuk kayu lapis 7 lapisan dengan tebal core dan centre core 2,5 mm dan tebal face/back 1,0 mm

waktu kempa yang dibutuhkan pada suhu 110o C adalah :

jarak ke FGL                  =

(1.0 + 2.5 + 2.5) mm

= 6.0 mm

waktu transfer panas       =

6.0 x 1.1 min/mm

= 6.6 menit

waktu dasar                  =

 

= 1.0 menit    +

 

Total pressing time         

 

 

= 7.6 menit

 

Catatan : kecepatan transfer panas tergantung pada jenis dan kadar air dari kayu. Table diatas hana sebagai acuan umum untuk menghitung waktu tambahan yang diperlukan.

 

 

8.     PERSIAPAN BAHAN VENEER :

a.     Permukaan veneer harus bersih, rata dan bebas dari debu maupun noda getah / minyak dsb

b.     Ketebalan veneer harus sama,

c.     Kadar air dikontrol :

Untuk face/back

8 % - 12 %

Untuk core        

8 % - 16 %

 

d. veneer berkadar air tinggi akan berakibat rusak/gelembung apabila temperature dan tekanan tinggi.

 

9.     PELABURAN :

a.     Banyaknya laburan :

Untuk pelaburan pada kedua bidang beratnya 30 – 36 g/SF yang disesuaikan dengan kualitas veneer.

b.     Veneer yang tebal memerlukan jumlah leburan yang lebih banyak dari biasanya, karena veneer yang tebal permukaannya kasar.

c.     “kayu dengan berat jenis tinggi” perekatnya harus lebih banyak 10 % dari pada “kayu dengan berat jenis yang ringan (meranti)”.

 

10.   WAKTU PERAKITAN :

a.     Secara umum, waktu perakitan sebaiknya sesingkat mungkin dan perekat masih dalam keadaan baik atau ketika dilakukan tekanan gluenya masih dapat mengalir.

b.     Meskipun perekat dalam kondisi sudah agak kering, namun bila suhu diatas 100o C, tekanan dan waktu tekanan pada kempa panas dinaikkan, kemungkinan masih dapat menghasilkan kekuatan rekat yang cukup baik.

 

PRODUCTS

Liquid Resin

Powder Resin

Formaldehyde

HEXAMINE

Bahasa Indonesia